
geosurvey.co.id, Jakarta – Terapi sel sumber berdasarkan bukti atau praktik berdasarkan bukti ilmiah terbaru telah terbukti efektif untuk pengobatan lebih dari 80 jenis penyakit.
Lusinan penyakit termasuk diabetes, stroke, gangguan ginjal, penyakit jantung, autoimun, gangguan darah, luka bakar, gangguan perkembangan seperti spektrum autisme dan kelumpuhan otak.
“Sel sumber atau sel induk adalah sel induk yang memiliki kemampuan untuk melipatgandakan dan berubah menjadi berbagai jenis sel dan mampu meregenerasi sel yang rusak di dalam tubuh dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh,” kata presiden Dewan Dunia (WOC), Prof . Pemilik target Deby Vinski MS Doctor of Science selama pelantikan CellTech Basement Center di Rumah Sakit Universitas Hasanudddin di Macassar, Sulawesi Selatan.
Kerja sama antara CellTech dan Tower Anggur UNHAS adalah kemajuan baru bagi orang -orang Sulawzi Selatan, terutama di dump tali pusat dan terapi sel induk.
Pelantikan diikuti oleh Kanselir Universitas Hasanuddin, Prof. Target dimiliki IR Jamaluddin Jompa MSc, Direktur Rumah Sakit UNHAS, Prof. Target properti Andy Muh Ichsan dan Cell Commyty menghukum, termasuk Dr. Marhaen Hardjo dan Prof. Farida.
Dikatakan bahwa debit, ada salah satu sel induk di tali pusat atau bayi tunas bayi dengan peran penting karena akan aktif ketika ada sel yang rusak di dalam tubuh.
“Darah dan jaringan di tali pusat dapat mengobati sejumlah penyakit lain, termasuk kanker darah, gangguan darah, untuk mengganggu sistem kekebalan tubuh,” kata Debit.
Saat ini, manfaat terapi sel induk merasakan berbagai angka nasional, termasuk wakil presiden ke -10 dan ke -12. Kata Muhammad Yusuf Kalalla, Surya Paloh, MD Mahfud, Hotman Paris Hutape dan orang -orang publik seperti Ustazah Okiana Dewi dan keluarganya juga menerima manfaat kesehatan dari terapi ini.
“Catatan tali pusat, katanya, dapat digunakan untuk anak, orang tua kandung, anak -anak dan saudara perempuan, kakek nenek, dan keluarga kedua belah pihak,” katanya.
CellTech menjadi pusat keunggulan untuk terapi sel induk, dengan kerja sama global dengan Swiss Biotech, University of Italy, EI Barcelona, Dubai dan Amerika Serikat. Rektor UNAS Jamaluddin Jomp, bersama dengan Presiden Dewan Dunia, Prof. Debit Vinski membuka register CellTech di Rumah Sakit UNHAS pada hari Sabtu (25.1.2025) di sore hari. Rumah sakit layanan terbaru ini menawarkan terapi sel induk untuk berbagai penyakit, termasuk kanker darah dan Parkinson. (IST)
CellTech Homitic juga berkolaborasi dengan Rumah Sakit Kepolisian Nasional, Universitas Pertahanan Baru, Rumah Sakit Sentra Medika, Rumah Sakit Batam dan Universitas Batam.
“Kami juga bekerja sama dengan Institute for Research of the STEM Station di University of Defense, yang diciptakan sebagai bagian dari komitmen untuk memperkuat penelitian berdasarkan teknologi kesehatan,” katanya.
Debit ditambahkan, menara anggur CellTech dan kerja sama UNHAS memungkinkan warga Sulawesi Selatan, terutama Sulawesi, tidak pergi ke Jakarta atau di luar negeri karena melestarikan tali pusat sekarang dapat dilakukan di Makassar.
Dia menambahkan bahwa kemajuan ini adalah hasil dari memorandum MOU yang telah ditandatangani sejak 2016. Antara menara UNHAS dan CellTech Vinski.
Rektor UNAS Jamaluddin Jompa disambut oleh pembukaan Pusat Rumah Sakit UNHAS di Rumah Sakit UNHAS, karena itu adalah langkah yang baik untuk dunia kesehatan di Indonesia timur, terutama Kota Makassar.
“Unas, meskipun sudah lama merencanakannya sejak 2016, kami harus mengambil langkah yang dapat diukur untuk mengoptimalkan peluang, seperti Nordon Cord Bank untuk implementasi lain, mulai dari ortopedi terlebih dahulu,” kata Prof. Jamaluddin Jomp.
Dia mengatakan banyak yang memilih perawatan di luar negeri sejauh ini hanya karena kurangnya layanan kesehatan alternatif.
Dengan melepaskan stimulus sel induk dalam ortopedi, niat untuk membuka pusat sel induk di rumah sakit UNHAS dibakar lagi sehingga akhir telah dipulihkan dan sel sel sel di UNHAS secara resmi dibuka.
“Indonesia harus kehilangan banyak mata uang asing dalam mata uang ketika tidak ada pengobatan alternatif di Indonesia yang dianggap modern, jadi mereka pergi ke Singapura, Amerika, Eropa, Jepang.
Ini untuk kami mengapa kami takut implementasi. Indonesia terutama untuk ortopedi yang keluar dari permene, dan beberapa wanita muda akan keluar untuk dilaksanakan, ”katanya.
Di masa depan, Permenke akan muncul lagi dalam kaitannya dengan layanan sel sumber ke sektor kesehatan lainnya, sehingga sel -sel sumber di rumah sakit UNHAS terus berkembang untuk orang -orang di Indonesia timur. (Eastern Tribune/faqih imtiyaaz/*)
Beberapa artikel ini ditransmisikan ke tribun-imur.com dengan judul sel rumah UNHAS membantu penyakit melalui kabel anak-anak