
Tribuns.com, Jakarta – Asosiasi Indonesia (Gapensi) telah mengajukan permohonan staf perwakilan (DPR) dan pemerintah tidak akan mengubah studi pada usia 2.
Dalam perdebatan tentang kewarganegaraan nasional warga negara nasional (Prolegnas) pada tahun 2025, rencana tersebut tidak akan dibahas oleh undang -undang lain pada tahun 2017.
Namun, RUU ketiga tentang mengadaptasi 2 undang -undang dimasukkan dalam daftar lima tahun pregenas pada tahun 2017.
“Kami meminta DPR-RI, terutama Komisi V, tidak memperbaiki penyesuaian 2. Peringkat 2017,” kata BP Gapensi, dan Ti Rukman disebutkan pada hari Kamis (28 Januari 2014).
Dalam dialog Gapensi dengan semua organisasi konstruksi, pada tahun 2017, dalam 2. Undang -undang tentang 2 hukum mengangkat masalah hukum.
RUU tersebut dapat mengarah pada opini publik, meskipun membutuhkan platform yang jelas, dari manuskrip akademik yang saat ini tidak termasuk dalam saat ini.
Menurutnya, semuanya ada dalam 2. Hukum pada tahun 2017 cukup untuk mencapai tujuan seperti yang dijelaskan dalam ayat 3, dengan lebih banyak komentar.
Dot utama adalah yurisdiksi pemerintah pusat dan wilayah, yang dianggap sebagai sektor dan pengembangan perusahaan konstruksi.
Dalam diskusi ini, ia juga menekankan pentingnya meningkatkan peran pekerja lokal dan layanan lokal.
Asosiasi Organisasi Perusahaan Konstruksi akan fokus pada undang -undang tentang penuntutan, termasuk Menteri tahun 2020, dan ketentuan ketentuan tahun 2020, 2020 dan ketentuan 2020 Menteri 2020 dan Menteri 2020, Menteri 2020, dan persyaratan 2020 dan ketentuan 2020 dan Menteri 2020 dan Menteri 2020 dan Menteri 2020 dan persyaratan menteri.
Tugas Pengembangan Pengembangan Pengembangan (LPJK) juga direkomendasikan untuk sektor dan daerah di seluruh wilayah.
“Gapens mengajukan permohonan untuk seorang teman dari area teman untuk mengendalikan perubahan kebijakan lain pada tahun 2017,” katanya.
Di masa depan, organisasi ini bermaksud untuk mendengarkan Menteri Regional dan Menteri Pembangunan Agus Harimurti Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono
“Langkah bersama ini untuk memastikan perubahan dalam setiap kebijakan dan keinginan untuk industri konstruksi nasional,” katanya.